15 November 2008

Menulis

Bismillahirrohmanirrohim…

Dari beberapa orang sukses yang aku kunjungi, beberapa dari mereka memiliki nasehat yang sama untuk mahasiswa, yaitu mulailah menulis. Entah itu pengalaman pribadi, opini tentang suatu permasalahan dan pengetahuan yang baru kita terima. Dalam pepatah arab ada yang berbunyi ‘’Ilmu itu bagai binatang buruan dan tulisan adalah tali pengikatnya, ikatlah binatang buruanmu dengan ikatan tali yang kuat, sehingga engkau dapat meninggalkannya tanpa khawatir binatang itu akan lari”. Bahkan di blog salah satu orang yang saya kagumi (Blognya Om Romi) pun tertulis pepatah itu.

Menulis memang banyak manfaatnya, beberapa diantaranya seperti yang telah saya tulis tadi yaitu, ilmu yang kita dapat tidak akan hilang karena kita telah menulisnya. Manfaat lainnya mungkin kita lebih bebas menyuarakan kebenaran yang kita yakini kepada khalayak kalau selama ini mungkin kita tidak bisa menyampaikannya kepada mereka. Dari menulis, kita juga bisa mendapat kritik yang membangun potensi kita meski kita rasa kritik itu menjatuhkan kita. Kata pak Anton Pardede, chief editor majalah PC Media “Jangan pernah jatuh dengan sebuah kritik dan justru kritik itu yang membangunkan kita”. Dengan menulis kita dapat berbagi ilmu dengan banyak orang, mungkin orang tersebut tidak bisa kita jumpai karena jarak yang tak terjangkau mungkin. Saya jadi teringat pesan khotib saat sholat Jumu’ah di masjid Al Fallah dekat kost saya tinggal di Semarang, bahwa seseorang yang mempunyai kelebihan ilmu bertanggung jawab penuh terhadap mereka yang masih tertinggal, dan seseorang yang mempunyai kelebihan harta bertanggung jawab penuh kepada mereka yang kekurangan sehingga tampaklah kesempurnaan dalam hidup ini. Orang yang mempunyai kelebihan memberi sesuatu kepada mereka yang kekurangan. Dengan menulis, ternyata kita juga bisa bertambah teman.

Jadi dengan menulis, kita musti openeyes, openears, openheart, openmind, opensource, and open all we have. Sehingga kita tidak menjadi manusia yang hidup untuk diri sendiri tapi bisa bermanfaat bagi orang lain. Sesulit apapun keadaan kita, jangan pernah berhenti berbagi dengan orang lain. Hadist Rosul “Sebaik baik dari kalian adalah yang bermanfaat bagi manusia”. Disini Rosululloh menggunakan kata An Naas, yaitu manusia seluruhnya, bukan Cuma bermanfaat bagi golongan tertentu, tapi manusia seluruhnya. Karena Islam adalah Rohmatan lil ‘alamin yaitu kasih sayang dari Alloh untuk seluruh alam. Wallohu a’lam.

25 Agustus 2008

Teman

Teman adalah seseorang yang menemani kita saat kita sedang berdiri sendiri. Tanpanya, mungkin kita tak mampu mengatasi apa yang terjadi pada kita. Seseorang tanpa teman bagai tangan tanpa jari. Seorang teman adalahsatu nyawa bagi kita, apabila kita kehilangan dia, maka anggaplah bahwa nyawa kita telah berkurang. Dia adalah pembangkit semangat, dia adalah penunjuk pada kebaikan yang mengingatkan kesalahan kita, dia menasehati kita pada kebenaran. Maka lihat lah temanmu, ketika dia sedang susah, hiburlah dia. Ketika dia sedang berlaku salah, peringatkanlah dia dan nasehati. Ketika dia lalai, sadarkanlah dia karena engkau adalah temannya. Berjalanlah bersamanya pada jalan yang diridloiNya. Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'alaa selalu memelihara tali sillaturrahim ini selamanya...jangan sampai terputus. Wallohu a'alam

29 April 2008

Membangun Kredibilitas


Membangun Kredibilitas

Pertama : “Aku harus jujur yang sudah terbukti dan teruji”

Aku menyadari kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kredibilitas atau bahkan sebaliknya menghancurkan aku.

Karenanya aku tidak akan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehingga menjadi dusta walau dengan gurauan sekalipun. aku hanya akan mengatakan apa yang aku yakini kebenarannya

Aku tidak akan pernah mengingkari janji, aku pastikan setiap janji yang kuucapkan sudah aku perhitungkan matang-matang, dan aku akan berusaha dengan keras untuk memenuhi janji itu walaupun harus berkorban banyak hal.

Aku akan tepat waktu dalam segala hal, tidak akan terlambat atau gemar menunda-nunda atau bahkan mengakhirkan padahal banyak kesempatan.

Akan aku biasakan mempunyai data dan fakta yang jelas, bersikap terbuka dan tidak bertindak sembunyi-sembunyi atau menyembunyikan banyak hal(tentu saja kekecualian pada hal-hal yang menurut agama patut disembunyikan).

Aku harus pula mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki dan bertanggung jawab dengan tulus terhadap apapun yang terjadi sehingga akan menjadi pancaran yang akan turut menghapuskan kesalahan yang pernah aku lakukan.

Aku tidak akan pernah patah semangat dan berputus asa, peluang untuk berubah sangatlah luas, namun semua butuh proses, percayalah Alloh Maha Pemberi Jalan dan sangat mudah baginya untuk memuliakan atau menajatuhkan siapapun.

Kedua : “Aku harus cakap”

Aku menyadari walaupun kejujuran sudah terbukti dan teruji, tapi apabila lalai dalam melaksanakan tugas, betapa akan merontokkan kredibilitas.

Sehingga aku menyadari sangatlah penting untuk memiliki selera dan tradisi berbuat, berkarya semaksimal mungkin, tidak hanya sesuai target bahkan kalau bisa lebih dari target.

Untuk menjadi cakap aku tahu kuncinya, yaitu harus melatih diri, mengembangkan kemampuan wawasan dan ketrampilan secara kontinyu dan sistematis sehingga memiliki kesiapan yang memadai.

Setiap melakukan sesuatu aku mengawali segalanya dengan perencanaan yang baik, karena perencanaan yang gagal, berarti sama dengan merencanakan gagal. Mottoku “LEBIH BAIK BERSIMBAH KERINGAT DALAM LATIHAN DARIPADA BERSIMBAH DARAH DALAM PERTEMPURAN”.

Aku selalu melakukan check dan recheck. Hal ini agar kesempatan untuk melakukan kesalahan dapat aku minimalkan.

Segala sesuatu harus aku lakukan dengan kesungguhan, hati-hati dan cermat. Jangan menganggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena ini adalah biangnya kesalahan dan kegagalan.

Dalam setiap tahapan aku harus mengevaluasi diri sebagai kontrol agar aku tidak kebablasan dalam melakukan kesalahan. Percayalah merenung sejenak akan membuat karyaku semakin bermutu.

Aku harus menyempurnakan amal, karena itu merupakan kenikmatan. Sekali lagi akan aku nikmati menyempurnakan apa yang bisa aku lakukan

Jikalau aku tergelincir melakukan kesalahan secara sengaja atau tidak sengaja, maka aku tidak akan rontok seakan-akan habislah segala-galanya. Ingatlah kalau nasi sudah menjadi bubur, pola pikirku adalah menjadikan bubur itu bubur ayam spesial .

Ketiga : “Aku harus inovatif”

Aku menyadari segala sesuatu yang ada akan berubah, didunia ini tidak ada satupun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Maka aku siapkan diri untuk perubahan, karena jikalau aku tidak bisa mengimbanginya, akan tergilaslah aku oleh perubahan itu.

Amatlah rugi jika hari kemarin sama dengan hari ini, celakalah aku bila hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Ini berarti aku akan tertinggal jauh dan sulit mengejar orang lain yang komit dengan perubahan.

Untuk bisa inovatif aku harus senantiasa banyak membaca dan menulis, sehingga kumiliki perpustakaan pribadi, kusediakan dana untuk membeli bahan bacaan, dan kuluangkan waktu untuk membacanya

Akupun harus banyak berdiskusi dan membaca, caranya dengan kucari dan kumiliki banyak teman dari berbagai disiplin ilmu dan kubiasakan untuk terus mendapatkan masukan, baik dengan bertanya atau mendengarkan. Dan kuusahakan pula untuk memiliki program sillaturrahim secara berkala dan terpola, sehingga perkembangan kemampuanku akan semakin terukur.

Akupun harus banyak melihat dan mengadakan studi banding(benchmark). Kunjunganku baik resmi atau tidak adalah ketempat yang menambah wawasan, memancing inspirasi, membuka visi baru, yang pasti nuansa-nuansa baru. Akan sangat membantu membangkitkan potensi yang lama terpendam.

Kumiliki waktu luang untuk merenung, dan bertafakkur tanpa mengganggu kegiatan rutinku. Kucari tempat yang nyaman, kupilih waktu yang tepat. Bagiku sebagai ummat islam, Alloh telah menyediakan tempat dan waktu itu, yaitu “TAHAJJUD” dengan simbahan air wudlu, kemudian sujud dan menyerahkan diri. Hal ini berdampak sekali bagiku dalam pengevaluasian langkah yang lebih tepat ke depan.

Akupun harus banyak berbuat dan mencoba. Aku tidak pernah takut untuk mencoba. Guru terbaikku adalah pengalaman.

Akupun harus banyak beribadah dan berdo’a. Aku sadar Penguasa segala sesuatu adalah Alloh ‘Azza wa Jalla.

Sungguh kapanpun akan mati aku telah siap dengan segala sesuatunya setelah aku berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk Alloh, Insya Alloh semoga semua yang telah aku lakukan DAPAT BERMAKNA BAGI DUNIA DAN BERARTI AKHIRAT NANTI.

By : ”seseorang”.

13 April 2008

Bismillahirrohmanirrohim....

Bismillahirrohmanirrohim
130408.Alhamdulillah akhirnya aku punya waktu yang agak luang untuk membuat blog ini dengan tujuan untuk lebih meningkatkan wawasanku, mengasah analisaku, menambah kepekaanku pada lingkungan,menjalin sillaturrahim dan membangun kredibilitas yang baik. Tentunya itu semua dengan bantuan teman-teman pengunjung blog ini.
Blog ini merupakan salah satu blog yang harus aku buat selain aku harus membuatkan blog-blog yang lain untuk beberapa organisasi yang aku tinggali. Mungkin dengan sarana blog ini banyak manfaat yang bisa kita ambil. Harapanku blog ini bermanfaat untuk semua. terimakasih untuk berkunjung di sini. Kunjungan teman-teman di blog ini merupakan suatu kehormatan bagi saya. Mungkin cukup sekian dulu sebagai pembuka. see you next...